Ketua LDII Jabar Hadiri Rapimnas, Siap Sukseskan Munas X
Jakarta (16/02) — Ketua LDII Jawa Barat, H. Dicky Harun, menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII yang digelar di Kantor DPP LDII, DKI Jakarta, Senin (16/2/2026). Rapimnas tersebut membahas persiapan materi Musyawarah Nasional (Munas) X sekaligus mengevaluasi program kerja organisasi agar selaras dengan Asta Cita.
Dalam kesempatan itu, Dicky Harun menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Munas X yang direncanakan berlangsung pada awal April 2026. Ia menegaskan, apabila terdapat kendala teknis atau hal lain, dirinya tetap mendukung pelaksanaan Munas hingga akhir tahun 2026.
Pada forum tersebut, Dicky juga memaparkan perkembangan organisasi LDII di Jawa Barat. Saat ini, struktur kepengurusan LDII Jabar telah terbentuk di 27 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat kota dan kabupaten, 379 Pimpinan Cabang (PC) tingkat kecamatan, serta 713 Pimpinan Anak Cabang (PAC) tingkat kelurahan.
Menutup paparannya, Dicky menyampaikan pantun sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya Rapimnas. “Aura Kasih Makan Nanas Pake Tusuk Lidi, Terimakasih Sudah Rerlaksana Rapimnas LDII”, tutupnya.
Rapimnas diikuti 150 peserta secara luring di lokasi kegiatan serta sekitar 1.500 peserta lainnya yang mengikuti secara daring dari 375 studio di 37 provinsi.
Dalam arahannya, Dewan Penasehat DPP LDII, KH Edy Suparto, menekankan pentingnya penguatan karakter, kerukunan, dan konsolidasi nasional. Menurutnya, konsolidasi menjadi kunci agar LDII semakin solid dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
“Konsolidasi nasional ini penting agar LDII semakin kompak dan memberi kontribusi terbaik untuk bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa Rapimnas harus dimaknai sebagai momentum strategis menjelang berakhirnya masa bakti kepengurusan saat ini. Ia mengajak seluruh jajaran bekerja secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
“Rapimnas ini harus kita maknai sebagai momentum untuk melakukan do the best,” ujarnya.
Menurutnya, melakukan yang terbaik tidak hanya sebatas menyelesaikan program kerja, tetapi juga memastikan setiap kebijakan yang diambil memiliki dampak jangka panjang bagi organisasi. Ia menegaskan, apa yang dibangun hari ini harus menjadi fondasi kuat bagi kepemimpinan berikutnya.
“Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi fondasi bagi generasi selanjutnya,” tuturnya.
