Kegiatan LDII

Bangun Karakter Anak Bangsa LDII Jabar Sinergikan Kurikulum Merdeka dan 29 Karakter

Sumedang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Barat mengambil langkah strategis dalam mencetak generasi unggul melalui penyelenggaraan Pertemuan Akbar (PERAK) 2026. Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi dan sinergi untuk menyamakan langkah pendidikan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Bertempat di Graha Aulia Jatinangor (GAJ), Sumedang, Rabu (8/7/2026), acara ini mengusung tema “Bersama Membangun Generasi Emas Berbasis 29 Karakter Luhur”. LDII Jabar berupaya mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan penanaman nilai syariat Islam melalui implementasi 29 Karakter Luhur.

Apresiasi dari Dinas Pendidikan Jawa Barat Kabid GTK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ervin Aulia Rachman, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, tanggung jawab pendidikan bukan hanya di pundak pemerintah, melainkan seluruh ekosistem masyarakat.

“Ini bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Upaya LDII melalui 29 karakter luhurnya selaras dengan visi Jawa Barat, yaitu membentuk anak yang cageur, bageur, bener, pinter, tur singer,” ujar Ervin dalam sambutannya. Ia juga menekankan pentingnya karakter di samping kemampuan kognitif bagi generasi penerus bangsa.

Tiga Pilar Kesuksesan LDII Ketua DPP LDII, Akmaludin Akbar, menegaskan bahwa pendidikan di bawah naungan LDII berfokus pada tiga aspek kesuksesan utama: sukses spiritual (ahli ibadah), sukses karakter (berakhlak mulia), dan sukses akademis.

“Target kami adalah dunia sukses, akhirat juga sukses. Itulah pendekatan yang dilakukan oleh pendidikan LDII,” kata Akmaludin.

Sinergi dan Standardisasi Mutu Sementara itu, Ketua Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) LDII Jawa Barat, Arief Achmad Saroso, menjelaskan bahwa PERAK 2026 bertujuan untuk mensinkronkan program kerja antara tingkat provinsi dengan 27 kabupaten/kota. Melalui forum ini, para pengelola sekolah diharapkan dapat melakukan sharing session dan menerapkan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) untuk kemajuan sekolah masing-masing.

Meski mayoritas sekolah di bawah naungan LDII masih berusia muda—rata-rata di bawah 20 tahun—Arief bangga karena banyak di antaranya telah meraih akreditasi A. “Ini sebuah prestasi bagi sekolah-sekolah kami yang relatif baru namun tetap mampu menunjukkan kualitas,” tuturnya.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 55 kepala sekolah dan 55 guru dari seluruh satuan pendidikan LDII di Jawa Barat. Fokus utamanya adalah peningkatan kompetensi pedagogis guru serta penguatan manajemen sekolah yang adaptif namun tetap teguh pada nilai syariat.

Dengan adanya sinergi ini, LDII Jawa Barat berharap dapat melahirkan standardisasi mutu pendidikan yang merata guna mewujudkan target pendidikan nasional dan mencetak Generasi Emas Indonesia.