Didin Suyadi Tegaskan Penguatan Kaderisasi saat LDII Bandung Sambangi DPP LDII
Jakarta, (30/11) — Rombongan DPD LDII Kabupaten Bandung bertolak ke Jakarta untuk melakukan kunjungan resmi ke kantor DPP LDII. Sebanyak 39 orang, terdiri dari Ketua DPD LDII, Dewan Penasehat, pengurus harian, serta 26 generasi muda kader calon pemimpin masa depan, berangkat menggunakan bus dan tiba di lokasi dengan aman. Minggu. 30 November 2025.
Setibanya di kantor DPP LDII, rombongan disambut hangat oleh H. Nurasid, anggota Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPP LDII, yang mewakili tuan rumah dalam menerima kunjungan tersebut.
Pada kesempatan itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, menegaskan bahwa penguatan kaderisasi dan peningkatan kapasitas komunikasi pengurus menjadi prioritas organisasi, terutama bagi 26 generasi muda calon pemimpin masa depan, dalam kunjungan resmi ke kantor DPP LDII di Jakarta.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, tidak luput menyampaikan rasa syukur atas penerimaan yang hangat dari jajaran DPP LDII. Ia menilai pertemuan tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat pembinaan organisasi di tingkat kabupaten.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas sambutan jajaran DPP LDII. Pertemuan ini kami harapkan membawa maslahat bagi seluruh pengurus yang hadir,” ujar Didin.
Dalam kesempatan tersebut, Didin memperkenalkan jajaran pengurus yang mendampinginya, mulai dari Dewan Penasehat, tokoh senior, hingga pengurus harian.
Ia menegaskan bahwa rombongan juga membawa 26 generasi muda calon pemimpin masa depan, hasil seleksi dari 45 peserta awal—bagian dari proses kaderisasi berkelanjutan DPD LDII Kabupaten Bandung.
“Mereka adalah kader muda yang kami siapkan melalui proses kaderisasi. Latar belakangnya beragam, ada mahasiswa, ada lulusan baru, dan semuanya punya potensi besar. Kami ingin mereka memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik, motivasi berorganisasi yang kuat, dan siap tampil di ruang publik,” jelas Didin.
Para kader muda tersebut disiapkan untuk terlibat dalam program dan kegiatan strategis DPD LDII Kabupaten Bandung pada tahun 2026. Ia menekankan pentingnya keberanian tampil dan berkomunikasi sebagai kompetensi inti kaderisasi.
“Saya ingin mereka tidak grogi, tidak takut tampil. Kalau diminta pemateri untuk tampil, tunjukkan. Saya bangga dengan mereka,” tegas Didin.
Dalam pemaparannya, Didin memaparkan perkembangan organisasi LDII Kabupaten Bandung yang saat ini telah memiliki lebih kurang 140 PC/PAC dari total 280 desa/kelurahan.
“PC secara de facto sudah ada di 31 kecamatan, namun secara yuridis baru 28 PC yang memiliki struktur kepengurusan lengkap. Sementara itu, PAC telah terbentuk 142 PAC dari total 280 desa/kelurahan,” ungkap beliau.
Aktivitas organisasi telah berlangsung di seluruh kecamatan, meskipun sebagian wilayah belum terbentuk secara formal karena keterbatasan SDM.
Selain memaparkan capaian, Didin juga menjelaskan kekuatan organisasi, seperti soliditas jamaah, kualitas SDM, serta hubungan harmonis dengan pemda dan lembaga strategis seperti DPRD, Kemenag, MUI, dan TNI/Polri.
Di sisi lain, ia menilai penguatan manajemen organisasi dan peningkatan kapasitas komunikasi pengurus masih menjadi tantangan yang harus dibenahi.
“Kami ingin seluruh pengurus lebih paham istilah, kultur, dan tata kelola organisasi. Kapasitas komunikasi juga perlu ditingkatkan agar LDII semakin efektif berkolaborasi dengan semua pihak,” tambahnya.
Didin menutup sambutannya dengan mengajak 26 kader muda untuk membagikan ilmu dan pengalaman dari kunjungan ini kepada pengurus lainnya.
“Ceritakan kebaikan organisasi ini, sebarkan semangat perjuangan melalui jalur organisasi. Itu tugas kita semua,” tutupnya.
