Kapten Nanang Motivasi Peserta Pelatihan di Pondok Blawe Kediri
LDII Kediri, (15/12). Kapten Inf Nanang Mashuri, Danramil Purwoasri, memberikan materi pada pembukaan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Miftahul Huda Blawe, Rabu (10/12), yang berlangsung di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemandirian santri serta masyarakat sekitar.
Dalam paparannya, Kapten Inf Nanang Mashuri menyampaikan bahwa saat ini Presiden Prabowo Subianto tengah menggalakkan program ketahanan pangan, pengembangan potensi wilayah, serta pembukaan lapangan pekerjaan. Menurutnya, seluruh potensi yang ada di masyarakat perlu ditularkan dan dikembangkan agar mampu menciptakan kemandirian ekonomi.
Ia mendorong peserta pelatihan untuk memanfaatkan fasilitas BLKK secara maksimal, salah satunya dengan membuka usaha konveksi. “Jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, insyaallah akan membawa keberkahan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya latihan yang tekun serta menjaga ikatan persaudaraan yang telah terjalin di pondok pesantren agar terus berlanjut hingga di lingkungan rumah masing-masing.
Kapten Nanang menambahkan, tidak semua pondok pesantren memiliki kesempatan menyelenggarakan pelatihan keterampilan seperti BLKK. Oleh karena itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta.
Sementara itu, Amin, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa Blawe, menyampaikan bahwa mengikuti pelatihan di pondok pesantren tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membentuk akhlak serta menjadi bekal kemandirian bagi peserta. Ia mengapresiasi peran pondok pesantren dalam membantu mencerdaskan warga Desa Blawe.
“Pemerintah desa mendukung penuh dari sisi semangat dan motivasi. Untuk organisasi keagamaan, LDII juga telah mendapatkan anggaran bisyarah bagi para ustaz, dan pada tahun ini anggaran tersebut telah direalisasikan,” ujarnya.
Pelatihan menjahit di BLKK Miftahul Huda Blawe telah berlangsung dalam empat gelombang melalui kerja sama antara Ponpes Pondok Blawe dan Ponpes Wali Barokah Kediri. Setiap gelombang diikuti oleh 20 peserta dari berbagai daerah.
Program pelatihan ini dilaksanakan selama 260 jam pelajaran dengan durasi 40 hari efektif. Diharapkan, pelatihan tersebut mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor UMKM yang saat ini terus berkembang, sekaligus menjadi solusi dalam menciptakan lapangan kerja baru.
