Kegiatan LDII

Kisah Pengalaman, Tak Sengaja Masuk LDII

Ada yang aneh nih judul artikelnya, katanya tersesat ke rimba LDII, tapi kok malah betah dan malah katanya tidak bisa keluar lagi ! wah, wah..Tulisan ini merupakan real testimony lho, apa kata mereka yang pernah tersesat ke rimba LDII, tapi malah bersyukur dan betah. Baca sampai akhir ya!

Tulisan ini tidak dibuat atas dasar emosional lho ya, dan para pembaca juga mohon santai saja membacanya.

Tulisan ini hanya berbagi pengalaman dan cerita, hanya obrolan santai sambil minum kopi, atau sambil nyeruput teh tubruk atau wedang susu jahe.

Isinya biasa-biasa saja lho… tapi janji ya, bacanya harus sampai selesai !

Tulisan ini juga sebagai penyeimbang informasi yang beredar di segelintir masyarakat. Jadi biar tidak sepihak gitu lho…beberapa testimoni ini berupa pengalaman-pengalaman dan ungkapan rasa syukur dari warga LDII yang betul-betul niatnya sakdermo-karena Allah, mereka adem ayem, mereka merasa betah, tentram dan damai-damai saja di dalam komunitas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII).

Silakan disimak ya, dan bila ikhwan dan akhwat punya pengalaman pribadi (yang baik tentunya), silakan kirim di kolom komentar ya.

Baiklah, ini pengalaman beberapa orang yang tersesat ke rimba LDII, tidak sengaja malah masuk ke LDII dan ternyata malah mereka betah dan tak mau keluar lagi (saking betahnya).

Sementara begitu derasnya, segelintir orang mengatakan ini-itu tentang LDII, Eeh malah masuk ke LDII, lalu malah betah lagi! Ini sesuatu banget !

Silahkan baca kisah pengalaman warga LDII ini :

Edi Rachman says ( komentar di artikel:http://www.jabar.ldii.or.id/wew-katanya-di-ldii-bisa-tuker-menuker-istri-gile-beneer.html)

May 20, 2013 at 7:12 AM

Assalamualaikum wr.wb. Membaca tulisan-tulisan yang masih berpandangan negatif terhadap LDII, saya tertawa sendiri, karena ingat pada diri saya sendiri pada 20 tahun yang lalu.

Saya pun berpendapat seperti saudara- saudara kita yang masih berpandangan negatif terhadap LDII itu. Saya berpendapat demikian karena saya waktu itu hanya mendengar katanya-katanya.

Namun kemudian saya berpikir bahwa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), masa sih berperilaku seperti tuduhan orang-orang kalau betul-betul sebagai lembaga Dakwah Islam.

Waktu itu saya masih kuliah dan menjadi aktifis di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Hati saya tergelitik semakin penasaran. Akhirnya saya mencoba mendekati orang-orang LDII dan bertanya banyak tentang LDII. Tetapi yang membuat jengkel saya pada waktu itu mereka (orang LDII) tidak mau menjelaskan begitu saja dan tampak sangat hati-hati dalam menjawabnya dan mereka hanya menyarankan supaya saya ikut pengajian saja agar lebih jelas katanya. Saya semakin penasaran ingin tahu.

Akhirnya saya ikut mengaji, tetapi setelah mengaji satu bulan, dua bulan, tiga bulan, saya tidak pernah menemukan keganjilan-keganjilan seperti yang dituduhkan saudara-saudara kita itu. Terus saya berkata dalam hati, mana ya yang dituduhkan saudara-saudara kita itu kok tidak terbukti?.

Tapi saya tetap merasa penasaran . Kemudian saya memutuskan untuk terus mengaji karena saya pikir jangan- jangan masih ada yang disembunyikan. Tapi setelah mengaji satu tahun, dua tahun sampai saat ini tahun 2013, tidak ada tuh yang dituduhkan saudara-saudara kita itu.

Lantas saya bertanya-tanya dalam hati apakah ada ya umat Islam yang masih saling tukar menukar istri, yang masih mau peluk-pelukan dengan wanita bukan makhromnya ?. Karena selama saya mengaji di LDII yaitu mengaji Al-Quran dan Al-Hadits tidak ada yang mengajarkan bahwa boleh berpelukan dengan perempuan yang bukan makhrom apalagi bertukar perempuan. Bahkan yang saya tahu dan yang pernah saya dapatkan dari Al-Quran dan Hadits bahwa bersalaman dengan perempuan yang bukan makhrom pun harom hukumnya. Tapi ada bagusnya dan saya sarankan kepada saudara saudara yang masih penasaran dengan LDII, cobalah mengaji dan teliti lebih dekat

Edi Rachman says:  (komentar di artikel:http://www.jabar.ldii.or.id/wew-katanya-di-ldii-bisa-tuker-menuker-istri-gile-beneer.html)

May 20, 2013 at 7:34 AM

Kalau untuk saya sendiri jika masih ada yang berpandangan negatif terhadap LDII, ya wajar saja saya pun dahulu waktu belum tahu seperti itu juga. Kemudian ada juga yang pernah mengaji di LDII tapi tidak berlanjut, walaupun mereka demikian sudah tidak menjelek-jelekan lagi LDII karena mereka sudah tahu. Kemudian kalau ada yang sudah lama mengaji di LDII, lalu mundur karena sesuatu hal, itu lain lagi kalau mereka menjelek -jelekkan. Karena bagaikan yang sudah menceraikan istrinya walaupun dahulunya cinta-kasih sayang kepada istrinya kalau sudah cerai sudah tidak ada baiknya, yang ada adalah kejelekan. Alhamdulillah kita sudah diberi hidayah menjadi orang beriman janganlah suka menjelek–jelekkan kepada sesama umat islam walaupun berbeda organisasinya . Organisasi kan hanya sebagai alat perjuangan untuk menuju tujuan. Dan perlu diingat selama berpegang teguh kepada Al-Quran dan Al-Hadits siapapun dan organisasi apapun tidak akan sesat.

Edi Rachman says:  (komentar di artikel:http://www.jabar.ldii.or.id/wew-katanya-di-ldii-bisa-tuker-menuker-istri-gile-beneer.html)

May 20, 2013 at 7:55 AM

Kalau ada yang masih bertanya mengapa warga LDII melakukan sholat, jumat, sholat Idul Fitri ,Idul Adha tidak mau bercampur dengan orang luar LDII, Coba saudara mencoba sholat Jumat, sholat Idulfitri dan sholat Adha bersama warga LDII nanti saudara akan bisa menyaksikan sediri banyak sekali orang yang bukan warga LDII sholat bersama kami Alhamdulillah. Dan kalau kami lagi dalam perjalanan ya sholat di mesjid mana saja.
Sok ahh …….. mari mengaji di LDII biar yakin dan jelas LDII seperti apa. Kalau tidak cocok dengan Al-Quran dan Al-Hadits ya sudah tinggalkan saja. Karena LDII tidak bisa mengajarkan yang lain selain Al-Quran dan Al Hadits.

Cak Man write : (tulisan lengkap ada di http://perlengkapan-mbahman.blogspot.com/2012/04/tersesat-ke-ldii.html)

TERSESAT KE LDII

 “Ini adalah cerita pengalamanku mengapa sampai aku ‘tersesat ke rimba’ ldii dan tak bisa kembali keluar lagi dari rimba itu”. 
 

…….Tapi akhirnya aku tahu dan tersadar, bahwa aku baru saja masuk dan tersesat di dalam Rimba LDII yang terkesan menyeramkan. Tapi sama sekali aku belum tahu tentang seramnya rimba LDII. Aku cuma tahu semua sama, semua saya ikuti.Ya…semua sama, dan semua kuikuti.  Tapi beberapa waktu setelah aku rutin duduk mendengarkan si penyampai yang telaten menyampaikan isi Al-Qur’an dan Al-Hadis pikiranku dan hatiku berubah.

Hari berganti hari bulan dan tahun, tak terasa aku semakin jauh masuk kedalam Rimba LDII. Barulah suatu saat aku dengar ‘Jangan sekali-kali masuk kesitu, karena tidak bisa kembali.’ Ya betul sekali…itulah yang saya alami. Dan suara-suara diluar rimba sana yang selalu menderu melewati udara rimba yang rindang ini, sama sekali tidak berpengaruh padaku. Yang katanya ini, itu, anu ternyata belum pernah aku temukan dan alami….

Itulah pengalamanku….
Mudahan-mudahan bermanfaat….

mulyadi.safwan@yahoo.com says: (komentar di artikel: http://www.jabar.ldii.or.id/ldii-sesat-berbahaya-wuidih-serem-amat/)

June 20, 2013 at 9:56 PM

Sebelum saya mengaji di LDII, saya diberitahu oleh teman saya bahwa LDII itu sesat menyesatkan, suka tukar-menukar istri sesama teman, kalau berdo’a sambil menangis dan berguling-guling dimasjid, hati dan dibenak saya waktu itu penuh tanda tanya asyiiiik juga ni pengajian, tapi wanti2 berniat jangan sampai kepencut.

Suatu hari seorang teman lagi bertanya kepada saya,” Mul apakah kamu mau mengaji Alqur’an dengan makna nya ? Saya jawab sangat mau, karena sampai saat itu saya hanya tahunya kiro’at biasa saja(hafes), tapi saya mau lihat tampang ustaznya dulu kata saya.

Ketika selesai Magrib besoknya di Masjid AlMuqarromah, teman yang menawar kemaren membawa seorang ustaz koboy(tidak bertampang ustaz), dlm hati saya ini ustaz apa preeman ? Ternyata setelah membaca Alqur’an lalu diterjemahkan huruf demi huruf, saya terkejut, hebat kali ustaz tampang preeman ini. Singkat cerita saya ketagihan mengaji, setelah Alqur’an dikajikan lagi Al-Hadist dan seterusnya dan seterusnya, selanjutnya saya bertanya tentang asal usul si ustaz, belajar dari pesantren mane saja. Akhirnya setelah akrab dia mengatakan dari LDII, saya sangat terkejut, ingat apa yang dikatakan teman saya yang pertama tadi” LDII sesat “. Sayapun berucap kimmak’ah/kurang ajar ini teman atau kalau bahasa Surabaya itu Jiancok itu teman, pengajian bagos2 begini dibilang sesat, dasar kepalanye yang sesat gerutu saya. Sayapun ngaji teruuuus tidak peduli wong alo’-alo’ yang alo’-alo’ itu gondoruwo aku tak takut. Lama nian tak bertemu kawan pertama tersebut, suatu ketika ketemu di acara deklarasi pembentukan kepengurusan Forum Umat Islam Kalimantan Barat (FUI), saya dan teman mewakili LDII dia melihat saya dan terkejut karena di Nametax saya tertulis utusan dari LDII, tidak puas dan menyapa saya,” Mul, kamu sudah di LDII, LDII yang itu tu ? langsung saya jawab Yaaaaaaa, mau apa kamu ? dengan suara keras, dia geleng2 kepala sepertinya tak habis fikir mengapa saya justru ternyata di LDII. Dasar, innal huda hudallah. Seperti di jaman Rasulallah, nabi yang benar di bilang gila (Majnun)yaaa, dasar jahiliyah.

Jampang darjat says:  (komentar di artikel: http://www.jabar.ldii.or.id/ldii-sesat-berbahaya-wuidih-serem-amat.html)

July 24, 2013 at 10:03 PM  

Alhamdulillah jaza khumullahu Khoiro….
Setelah mengaji di LDII alhamdulillah tahu mana yang sesat yang tidak sesat. ngaji Al-Qur’an dan alhadits dengan secara mangkul jadi tahu mana yang halal dan harom. dan hati terasa terang, damai dalam kehidupan keluargapun sangat bahagia, semoga Allah menuntun keimanan kami sampai tutup pol patinya, amin ……
pokoknya LDII yeeeeeessssssss………

Syamsul arifin says:  (komentar di artikel: http://www.jabar.ldii.or.id/ldii-sesat-berbahaya-wuidih-serem-amat.html)

July 30, 2013 at 8:54 AM

asw. saya termasuk pendatang baru dikalangan LDII, saya sudah merasakan manfaat dan barokahnya menimba ilmu di kalangan LDII, yang saya herankan kenapa ada saudara-saudaraku yang masih menyalah-nyalahkan organisasi ini bahkan mengatakan sesat, dimana salahnya, dimana sesatnya… wong yang dikaji alqur’an dan al-hadist saya justru heran kalo dikatakan salah dan sesat.. coba kita renungkan bersama-sama apa untungnya saling menyalahkan saudara seiman.? kenapa tidak kita flash back dan koreksi diri kita sendiri mungkinkah yang kita pegang dan pelajari sudah benar-benar lurus dan tanpa cacat sedikitpun… mari kembalikan pada Alqur’an dan Assunnah apabila diantara kita ada perbedaan.. sebagai mana sabda rosulullah saw. ( Taroqtufiqum amroini lantadillu… dst ) tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada Kitab Allah dan AlHadist…Insyaallah… Wssl

Hadi Mulyono says: (http://www.jabar.ldii.or.id/apakah-ldii-termasuk-aliran-sesat.html/#comment-781)

April 22, 2013 at 1:58 PM

Mohon Maaf ama orang orang yg suka MENUDUH LDII SESAT…..sekali lagi mohon maaf …Bukannya sombong, saya kebetulan warga LDII akhir desember tahun lalu diwilayah domicili saya diadakan pemilihan RT secara langsung dan saya yg kbetulan orang LDII terpilih menjadi ketua RT dari 96 suara saya mendapatkan 72 suara walaupun saya tak pernah mencalonkan diri sbg ketua RT namun nyatanya dipilih oleh warga…..

KESIMPULANYA Mana mungkin orang yg SESAT terpilih menjadi ketua RT dg mendapat surat suara yg signifikan…..ini bukti bahwa LDII bukanlah seperti yg mereka fitnahkan……untuk semua warga LDII jangan kecil hati kalo ada yg memfitnah seperti itu tapi kita harus terus dan terus TABAYYUN…..

Anda punya pengalaman juga?

Silakan bagi pengalaman Anda.. 🙂

Ilustrasi – Gambar oleh Larisa Koshkina dari Pixabay 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *