LDII Dorong Sinergi Edukasi Reproduksi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak
Bandung (29/05) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman pentingnya kesehatan reproduksi di kalangan remaja dan orang tua, DPD LDII Kota Bandung menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Remaja Cerdas, Sehat, dan Berakhlak Mulia dengan Pemahaman Kesehatan Reproduksi yang Tepat”, Kamis (29/5/2025).
Acara ini digelar secara hybrid, menggabungkan pertemuan langsung di Gedung Serbaguna Sabilul Muttaqin, Kota Bandung, dan daring dari studio PC LDII se-Kota Bandung. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan pemerintah, organisasi masyarakat, hingga tenaga medis profesional.
Wakil Wali Kota Bandung, Dr. H. Erwin, SE, M.Pd., yang hadir sebagai keynote speaker menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
“Pendidikan tentang kesehatan reproduksi bagi remaja yang belum menikah sangat penting, karena menjadi bekal saat mereka berumah tangga. Jika alat reproduksi dijaga dengan baik, rumah tangga juga bisa lebih bahagia dan harmonis,” kata Erwin dalam sambutannya.
Ketua DPD LDII Kota Bandung, H. Edi Sunandar, A.Md., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata LDII dalam membentuk remaja yang sehat lahir dan batin.
“Kami ingin membekali remaja, khususnya remaja putri, agar memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Ini langkah awal untuk melahirkan generasi sehat menuju Indonesia Emas,” jelas Edi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3A) Kota Bandung, Dra. Uum Sumiati, M.Si., menyebut peran keluarga sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada remaja.
“Remaja putri perlu diedukasi sebelum menjadi ibu. Mereka harus siap secara mental, fisik, dan memiliki pengetahuan tentang alat reproduksi agar bisa melahirkan anak yang sehat,” ujar Uum.
Pemahaman dari sisi medis juga diberikan oleh dr. Widiyastuti HQD, Sp.OG., M.Kes., M.H.Kes. Ia menjelaskan secara detail tentang anatomi dan fungsi alat reproduksi, serta berbagai cara menjaga kesehatannya.
Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi kunci agar remaja memahami tubuhnya dan bisa mencegah masalah kesehatan di masa depan, terutama bagi remaja putri.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tapi juga bentuk sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi. LDII berharap kegiatan serupa terus berlanjut agar terbentuk lingkungan yang sehat, peduli, dan berdaya.
