LDII Jabar Hadiri Festival Dulag Istimewa, Dorong Pelestarian Tradisi
Bandung — Ketua DPW LDII Jawa Barat, drg. H. Dicky Harun, S.P.Ort., menghadiri Festival Dulag Istimewa 1447 H/2026 M yang digelar di halaman Gedung Sate, Jumat (20/3/2026).
Festival tersebut diikuti oleh 57 peserta, terdiri dari 37 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 20 peserta dari kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kegiatan ini digelar untuk melestarikan tradisi tabuh beduk atau “nabuh bedug” yang mulai jarang ditemukan, sekaligus menjadi ajang silaturahim antar berbagai elemen masyarakat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan tradisi bedug kini semakin ditinggalkan, bahkan di wilayah pedesaan.
“Tradisi ‘nabuh bedug’ jangankan di pusat kota, di desa saja hampir sudah tidak ada. Masjid sudah banyak yang tidak memiliki beduk,” ujarnya.
Menurut pria yang akrab disapa KDM itu, Festival Dulag Istimewa juga bertujuan mendorong pelaksanaan takbiran yang lebih tertib dan kondusif.
“Tidak dalam bentuk takbiran keliling, menimbulkan kemacetan, kadang menghadirkan konflik,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum silaturahim antara pemerintah daerah, instansi, dan masyarakat luas di Jawa Barat.
Dalam ajang tersebut, untuk kategori OPD Provinsi Jawa Barat, Juara 1 diraih Dinas Kesehatan, disusul Dinas Pendidikan sebagai Juara 2 dan Badan Kepegawaian Daerah sebagai Juara 3. Harapan 1 diraih Sekretariat Daerah, Harapan 2 Dinas Penanaman Modal, dan Harapan 3 BPBD, sementara Juara Favorit diraih Dinas Sumber Daya Air.
Untuk kategori kabupaten/kota, Juara 1 diraih Kabupaten Karawang, Juara 2 Kabupaten Purwakarta, dan Juara 3 Kabupaten Bandung. Harapan 1 diraih Kabupaten Sumedang, Harapan 2 Kabupaten Majalengka, dan Harapan 3 Kabupaten Bandung. Sementara Juara Favorit diraih Kota Tasikmalaya.
Selain trofi, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan. Juara pertama memperoleh Rp15 juta, juara kedua Rp12,5 juta, dan juara ketiga Rp10 juta. Untuk kategori harapan, masing-masing mendapatkan Rp7,5 juta, Rp5 juta, dan Rp2,5 juta. Sementara kategori favorit memperoleh Rp10 juta.
Kehadiran LDII Jawa Barat dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi Islam di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat silaturahim dan kebersamaan antarwarga di momentum Idul Fitri.
