Kegiatan LDII

LDII Kabupaten Bandung Awali Capacity Building dengan Materi Literasi Digital dan Komunikasi

Pangandaran – DPD LDII Kabupaten Bandung mengawali rangkaian capacity building dengan penyampaian materi bertema literasi digital dan penguatan komunikasi organisasi. Kegiatan berlangsung di RM Karya Bahari 3, Pantai Timur Pangandaran, setelah peserta mengikuti pembukaan pada Sabtu malam (6/12).

Materi pertama disampaikan oleh Finda Kurnia Ramadhan, S.Pd., M.Pd., dan Arif Ichsan Fadholi, S.Kom. Keduanya mengangkat tema “SDM Unggul Sebagai Kunci Berorganisasi di Era Digitalisasi” dan menyoroti pentingnya pemahaman ekosistem digital bagi warga LDII.

Finda menekankan bahwa media sosial dapat menjadi “pisau bermata dua”, tergantung dari bagaimana warganet menggunakannya. Sementara Rama menambahkan pentingnya menjaga ruang digital dengan konten positif dan menjauhi hoaks, sebagaimana praktik komunikasi yang diterapkan DPP LDII.

“Warga LDII perlu melek digital, bukan hanya menggunakan perangkatnya, tetapi memahami konteks, keamanan, dan etika di ruang digital,” ujar Rama.

Arif melanjutkan bahwa media sosial bukan tempat berdebat, melainkan etalase kegiatan positif. Ia mencontohkan pemanfaatan platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk memperluas jangkauan dakwah dan karya warga LDII.

Materi kemudian berlanjut dengan pemaparan Ketua DPD LDII Kabupaten Bandung, Drs. H. Didin Suyadi, yang mengusung tema “Interaksi, Komunikasi, Koordinasi yang Bermakna.” Didin menguraikan empat prinsip komunikasi: ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami), tasamuh (saling toleransi), dan ta’awun (saling membantu).

Didin mengajak para pengurus menerapkan prinsip tersebut dalam koordinasi internal dan eksternal agar organisasi semakin solid. Ia turut didampingi Sekretaris DPD LDII Kabupaten Bandung, Mochamad Dinar, S.T., M.T.

Dinar menambahkan pentingnya kemampuan profiling dalam komunikasi profesional. Ia menceritakan pengalamannya saat hendak menemui seorang pejabat Kabupaten Bandung.

“Setelah saya cari tahu, ternyata beliau alumni ITB. Ketika bertemu, obrolan langsung cair. Profiling sederhana seperti ini membuat proses ta’aruf jauh lebih mudah,” ujarnya.

Kegiatan pelatihan SDM pada malam itu menjadi pijakan awal untuk memperkuat kemampuan digital dan komunikasi pengurus LDII Kabupaten Bandung agar lebih adaptif menghadapi tantangan di era digital.