Ponpes Wali Barokah Gelar Seminar Bela Negara, Santri Dibekali Wawasan Kebangsaan dan Toleransi
Kediri (21/05) – Komando Distrik Militer (Kodim) 0809 Kediri memberikan pembekalan bela negara, wawasan kebangsaan, dan moderasi beragama kepada ratusan santri Pondok Pesantren Wali Barokah, Rabu (21/5). Kegiatan yang diinisiasi LDII tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, cinta Tanah Air, dan toleran terhadap keberagaman.
Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama menyampaikan bahwa santri adalah generasi penerus bangsa yang harus dipersiapkan secara matang, bukan hanya secara ilmu agama, tetapi juga wawasan kebangsaan. Ia menegaskan, santri dapat berperan aktif dalam bela negara dengan cara menghormati guru, rajin belajar, dan menyebarkan nilai kebaikan di lingkungan sekitarnya.
“Bela negara itu bisa dilakukan sesuai profesi masing-masing. Kalau jadi santri, ya tugasnya belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga akhlak, dan menjadi pribadi yang memberi manfaat. Itu juga bagian dari bela negara,” ujar Ragil.
Dalam paparannya, Ragil juga mengajak para santri untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang dan penuh pengorbanan dari para pahlawan, baik di wilayah barat seperti Cut Nyak Dien dan Diponegoro, maupun timur seperti Pattimura. “Kalau kita lupa sejarah, kita tidak akan bisa menghargai perjuangan dan kehilangan arah kebangsaan,” tegasnya.
Ia turut menjelaskan berbagai ancaman yang dihadapi Indonesia, baik militer maupun non-militer. Dari ancaman separatisme, terorisme, hingga pengaruh negatif teknologi dan media sosial. Ragil menekankan pentingnya memilah informasi yang masuk agar tidak termakan hoaks atau terpapar konten negatif. “Manfaatkan handphone untuk hal-hal yang positif. Update kabar yang benar, bukan yang merusak,” ujarnya.
Di akhir seminar, Letkol Ragil mengajak para santri LDII untuk memiliki karakter tangguh dan berjiwa nasionalis. Ia berharap para santri bisa menjadi generasi yang bangga terhadap identitas bangsa, menjunjung tinggi toleransi, dan siap menjaga keutuhan NKRI. “Santri LDII harus punya integritas, nasionalisme, dan kepedulian sosial. Jadilah singa-singa muda yang mampu mengguncang dunia dengan prestasi dan akhlak mulia,” pungkasnya.
