Tangkal Hoaks, LDII Sulsel Latih 80 Jurnalis Muda di Luwu
Luwu (15/05) – Di era post-truth, saat hoaks mudah menyamar sebagai kebenaran, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan membekali generasi muda dengan kecakapan literasi digital. Lewat pelatihan jurnalistik tingkat dasar, LDII mencetak jurnalis dan humas andal yang mampu memproduksi berita terpercaya dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Masjid Al-Muttaqien, Jalan Pramuka, Belopa, Kabupaten Luwu, Rabu (14/5/2025), dan diikuti sekitar 80 peserta dari delapan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Adapun pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung di Gedung Balai Rasdiana Center (BRC), Kamis (15/5/2025).
Pelatihan ini mengusung tema “Mencetak Jurnalis Berkarakter Malebbi dengan Kecakapan Literasi Digital dalam Menangkal Hoaks”. Selain dibekali teknik menulis berita, peserta juga dilatih etika bermedia sosial, agar tidak mudah terjebak arus informasi yang menyesatkan.
“Di era sekarang, banyak orang lebih percaya pada perasaan daripada fakta. Maka kami ingin membentuk jurnalis muda yang bijak, santun, dan bisa menginspirasi lewat tulisan,” kata Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Asdar Mattiro SSos MIKom.
Asdar berharap, peserta bisa menjadi contoh penulis yang berakhlak mulia. “Kita ingin mereka jadi generasi yang kuat menghadapi derasnya informasi. Bukan hanya menyaring, tapi juga menyuarakan kebenaran,” ujarnya.
Ketua DPP LDII Rulli Kuswahyudi SSos turut hadir membuka kegiatan bersama Wakil Ketua DPW LDII Sulsel Prof Dr Sukardi Weda dan Ketua DPD LDII Kabupaten Luwu Muchlisin SSos. Para dewan penasihat dan pengurus turut memberi dukungan langsung kepada peserta.
Pelatihan jurnalistik ini merupakan bagian dari upaya LDII dalam memperkuat peran generasi muda sebagai penyambung pesan dakwah melalui media. “Kami ingin menyampaikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan yang modern dan bertanggung jawab,” tutup Asdar.
