Berprestasi hingga Nasional, Atlet Futsal Garut Ini Pegang Prinsip ‘Kejar Akhirat, Dunia Mengikuti’
Jatinangor – Bagi sebagian orang, membagi waktu antara hobi dan ibadah mungkin terasa sulit. Namun, bagi Bangkit Pamungkas, pemuda berprestasi asal Kabupaten Garut, kedua hal tersebut justru menjadi kunci kesuksesannya di lapangan hijau.
Alumni SMKN 9 Garut ini telah membuktikan bahwa dedikasi pada olahraga futsal tidak harus membuat seseorang meninggalkan kewajiban sebagai hamba Tuhan.
Nama Bangkit Pamungkas mulai diperhitungkan di dunia futsal Jawa Barat setelah dirinya menyabet berbagai gelar bergengsi. Beberapa di antaranya adalah Juara 1 Proton Supercup tingkat Provinsi Jawa Barat, juara di Futsal Series Region Garut, serta meraih gelar di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kabupaten Garut.
Tak berhenti di situ, Bangkit bahkan sempat membawa nama sekolahnya bertanding di level nasional dalam ajang Futsal Series Nasional, di mana timnya berhasil menduduki peringkat ke-14.
“Sangat bahagia dan bangga bisa berjalan sejauh ini. Tantangan terbesarnya ada pada mental, karena persaingan di tingkat provinsi sangat ketat,” ujar Bangkit dalam sesi wawancara di Podcast Tripod.
Kesuksesan Bangkit tidak lepas dari pembinaan yang ia terima di Generus LDII, khususnya melalui program di PC Bayongbong. Aris, sang pembina, menjelaskan adanya program “Olahraga Barokah” yang rutin digelar setiap hari Minggu.
Program ini menjadi wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan hobi, mulai dari bersepeda hingga sepak bola, namun tetap dalam koridor ibadah. Semboyan yang dipegang teguh adalah “bal-balan iya, ngaji iya” (main bola jalan, mengaji pun tetap jalan).
Saat ditanya mengenai caranya membagi waktu antara latihan keras dan pengajian, Bangkit memberikan jawaban yang mendalam. Ia mengaku tetap rutin mengikuti pengajian di tengah jadwal latihan untuk turnamen besar seperti Piala DPRD yang akan datang.
“Yang paling utama itu mengutamakan beribadah. Jangan sampai waktunya ngaji malah dipakai latihan,” tegas Bangkit. Ia percaya bahwa prestasi yang diraihnya saat ini adalah bentuk pertolongan Allah karena ia berusaha menyeimbangkan dunia dan akhirat.
Kini, Bangkit tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan di STKIP Pasundan Cimahi dengan mengambil jurusan PJKR (Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi). Langkah ini diambil demi mengejar cita-citanya menjadi pemain futsal profesional.
Kepada rekan-rekan sesama generasi muda, ia menitipkan sebuah pesan kuat: “Jangan sampai sibuk mengejar dunia. Karena dunia sementara, kejarlah akhirat, insyaallah dunia pasti mengikutinya,” tutupnya.
