Kegiatan LDII

Kisah Azhar, Generus LDII Garut yang Jago Nyajak Sunda dan Nyilat, Tetap Rajin Ngaji

Jatinangor – Menyeimbangkan antara hobi, prestasi akademik, dan ibadah seringkali menjadi tantangan bagi remaja masa kini. Namun, Muhammad Azhar Alaziz, seorang remaja asal Bayongbong, Kabupaten Garut, membuktikan bahwa ketiganya bisa berjalan beriringan bahkan membuahkan prestasi gemilang.

Azhar, yang baru saja menginjakkan kaki sebagai siswa baru di SMAN 1 Garut, dikenal sebagai sosok “multitalenta”. Betapa tidak, ia tercatat sebagai Juara 1 Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2023 di bidang sastra Sunda (sajak),. Tak hanya jago berpuisi, ia juga tangguh di gelanggang pencak silat dengan menyabet gelar juara di berbagai kejuaraan seperti Pesona Intan dan Ciplas.

Dunia olahraga pun tak luput dari bidikannya. Azhar pernah meraih gelar Best Player U-12 Forsgi Kabupaten Garut dan membawa timnya juara di ajang BSN Sport serta meraih posisi ketiga di Piala Suratin.

Saat ditanya mengenai rahasia di balik segudang prestasinya, Azhar menekankan pentingnya manajemen waktu yang ketat. Kesehariannya diisi dengan sekolah, latihan rutin, dan tak pernah melewatkan pengajian di masjid.

“Tantangannya harus bisa membagi waktu. Pulang sekolah latihan, lalu magribnya lanjut ngaji generus,” ungkap Azhar dalam sebuah sesi podcast. Baginya, menjaga keseimbangan antara prestasi dan ibadah memberikan ketenangan tersendiri dalam menjalani aktivitas.

Menariknya, kesuksesan Azhar tidak datang secara instan. Ia mengaku sempat mengalami kegagalan saat mencoba peruntungan di lomba sastra sejak kelas 6 SD. Namun, semangat pantang menyerah membawanya meraih juara di tingkat provinsi saat duduk di bangku SMP.

“Kekalahan itu adalah kemenangan yang tertunda. Jangan cepat puas, harus terus berkembang,” pesannya untuk generasi muda lainnya.

Keberhasilan Azhar tak lepas dari dukungan penuh orang tua dan pembinaan intensif dari DPD LDII Kabupaten Garut. Pembina Generus LDII PC Bayongbong, Aris, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mencetak generasi yang “Profesional Religius”.

Di PC Bayongbong, para remaja tidak hanya diajarkan ilmu agama melalui pengajian rutin, tetapi juga difasilitasi untuk mengembangkan bakat minat, termasuk pencak silat Persinas ASAD.

“Kami ingin mencetak generus yang alim-faqih, berakhlak mulia, dan mandiri. Azhar adalah salah satu contoh nyata di mana kemandirian dan prestasi duniawi berjalan seirama dengan ketaatan beragama,” pungkas Aris.