LDII Jawa Barat Laksanakan Rukyatul Hilal, Hilal Tak Terlihat karena Cuaca Mendung
Bandung Barat – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Barat melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026). Kegiatan pengamatan dilakukan di Observatorium Bosscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Ketua Biro Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (Lisdal) LDII Jawa Barat, Ir. H. Yurinaldi, menjelaskan berdasarkan data awal, posisi hilal pada sore hari ini tergolong cukup rendah.
“Data awal yang kita miliki, umur hilal sekitar 9 jam, elongasi kurang lebih 5,6 derajat, dan ketinggian hilal sekitar 1,9 derajat. Ini menjadi tantangan bagi para pengamat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pengamatan hilal menjadi cukup menantang. Bahkan, ia menyebut keberhasilan melihat hilal dalam kondisi seperti ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi para perukyat.
“Dengan ketinggian yang rendah, ini tantangan tersendiri. Adrenalinnya tinggi, karena kalau bisa terlihat itu menjadi kebanggaan luar biasa,” tambahnya.
Namun demikian, upaya pengamatan di lokasi tersebut terkendala cuaca yang tidak mendukung. Sejak sore hari, langit di kawasan Lembang tertutup awan tebal.
“Cuaca sore ini cukup mendung. Kalau kondisi ini terus berlangsung hingga matahari terbenam, kemungkinan besar hilal sulit untuk terlihat,” jelasnya.
Hingga akhir waktu pengamatan, hilal tidak berhasil terlihat di Observatorium Bosscha.
Secara nasional, pemerintah melalui Kementerian Agama melakukan rukyatul hilal di 172 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dengan demikian, umat Islam di Indonesia akan merayakan Idul Fitri secara serentak pada hari tersebut.
